Busur panah harus ditarik jauh ke belakang agar dapat melesat jauh ke depan. Itulah gambaran yang sedang gw alami hari kemarin. Satu hari gk buat blog karena sedang dapat nasihat dan belajar lewat chatting. Gw akan memberikan ilmu-ilmu yang sudah beliau share di posting terpisah, postingan ini hanya sharing kronologi dan nilai yang gw pelajari dari beliau, tapi master ini tidak mau dipublikasikan namanya dan identitasnya. Itu pesan dari beliau, jadi gw hanya akan membagikan ilmunya saja ya, untuk siapa orangnya mohon untuk jangan kepo.
DIMANA
Gw belajar via WhatsApp aja dengan chattingan. Master ini dari Malaysia loh.
BAGAIMANA
Bagaimana gw bisa ketemu dengan beliau ini ?
Dari upload WA status foto aquarium gw, beliau chat gw duluan untuk tanya-tanya mengenai udang Sulawesi dan berlanjut dia mulai tunjukin aquariumnya yang penuh dengan udang-udang Sulawesi. Dia sudah berhasil breeding udang ini.
Kita juga sharing kenapa bisa cinta dengan udang Sulawesi. Kita mempunyai kesamaan alasan kenapa bias cinta dengan udang ini. Karena warna, bentuk tubuh, dan sifatnya, juga udang ini hanya ada di Sulawesi Selatan.
KENAPA
Master udang ini tergabung dengan group udang Sulawesi di WA juga dengan gw, tetapi dia pasif karena group WA punya Indonesia sedangkan beliau berasal dari Malaysia. Dia mau bantu gw karena gw tanya-tanya terus di group itu tetapi tidak ada yang bantu. Malah disuruh beli starter dengan harga Rp 220.000. Mahal banget dan gw udah mau beli tapi barangnya kosong terus. Gw juga posting-posting setiap percobaan gw dalam menciptakan lumut. Mungkin karena keteguhan gw tanya-tanya terus dan sering update mengenaik progres yang gw lakuin, Master ini mau bantu.
SIAPA
Beliau adalah peternak dan penjual udang Sulawesi di Malaysia. Sekali order udang Sulawesi dari Indonesia bias 1.300 - 1.800 ekor. Satu udang Celebes di Malaysia dijual Rp 320.000 bila di rupiahkan. Mantap bener penghasilannya.
Gw merasa beruntung karena dia jarang share ilmunya ke group di Indonesia bahkan di forum Malaysia juga. Kenapa, karena udang Sulawesi ini susah dipelihara dan ada beberapa peternak yang meremehkan bisnis udang ini.
Sampai hari inipun gw masih tanya-tanya. Kalau gw gk tanya malah nanti dipancing-pancing buat nanya. Hahhaha bail banget memang dia.
Yang gw pelajari adalah, pengalaman yang pahit kalau kita tidak pernah menyerah pasti akan datang pertolongan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Gw rebus kayu manis selama 15 menit dengan 2 kali rebusan. Setelah gw masukin ke tank terus ditinggal mudik 2 minggu, ternyata airnya jadi c...
-
Wokay, Setelah bergelut dengan beberapa experiment dan mempraktekan ide dari beberapa teman-teman shrimpers dalam membuat lumut, akhirnya ...
-
Setelah 2 Minggu menunggu, ternyata lumut tidak kunjung muncul. Gula, Perasan dari double sponge tank lama dengan disinari menggunakan lamp...
No comments:
Post a Comment