Wednesday, May 23, 2018

Membuat Lumut (Pakan) [3]

Sekarang adalah proses 1 minggu sudah dalam membuat lumut. Lumutnya masih tipis banget, gw gk tahu itu gagal atau harus ulang lagi. Memang sih sudah ada alga warna coklatnya. Gw tanya sama master udang, kata beliau nanti akan tumbuh alga hijau setelah itu.
Evaluasi dari Master Udang mengenai progress gw dalam membuat lumut adalah pencahayaan tank yang kurang. Gw pakai Yamano hanya 5 watt. Sedangkan dengan rumus pencahayaan di tank yang diberikan Master Udang, tank gw dijauh standar. Gw butuh 7 sd 20 watt untuk pencahayaan yang bagus untuk lumut dan 20 adalah yang paling mantap.

Akhirnya gw beli Panasonic 11 watt untuk tank lumut gw yang lama dan 19 watt untuk tank gw yang baru. Sudah 3 hari untuk yang 19 watt di tank gw dan ternyata langsung tumbuh seperti lembaran transparan yang nempel di kaca. Sepertinya bagus hasilnya.
Gw sudah setting alarm di calendar gw untuk tank 11 watt akan panen tanggal 29 May dan tank yang 19 watt akan panen 3 Juni.

Semoga jadi, kalau sudah jadi dan berhasil gw buatnya langsung beli lagi 100 ekor.

Tank 11 watt

Tank 19 watt

Alga coklat di Tank 11 watt

Sunday, May 20, 2018

Dari Master 4 : Rumus Pemakaian Watt Lampu

Selamat pagi,

Kemarin gw baru aja beli lampu bulb merk Panasonic 11 watt. Kenapa gw beli itu ? karena lumut gw gk jadi. Lampu hanya 5 watt. Langsung deh gw share ke Master Udang (segala hal tentang udang gw selalu share ke beliau). Ternyata ada rumusnya untuk menentukan berapa watt yang dipakai di aquarium gw ? untuk aquarium gw yang besarnya 40x40x40.
Dihitung berapa liter airnya nanti dikali 0.5 sd 1.5.
Contoh :
Gw isi 30 liter. 30 / 2 x (0.5 sd 1.5).15 x 0.5 sd 1.5 ) = 7.5 sd 30 watt. Tetapi untuk 30 watt itu terlalu panas nanti airnya jadi disarankan oleh Master Udang 15 sd 20 watt sudah bagus. Gw konsultasi pakai ukuran aquarium gw ya. Kalau pakai yang lebih besar aquariumnya dikira-kira aja hahahaha.

Nah, gw beli lampu yang bulp. Nah nanti buletan bulpnya dilepas. Kenapa ? agar terangnya menyorot ke bawah, gk menyebar. Soalnya gw ikutin Master Udang.
Panasonic (45 rb)
Day light, 6500K

Saturday, May 19, 2018

Dari Master 3 : Batu untuk Lumut dan Bakteri

Oke, sekarang Master Udang beri tahu gw tentang beberapa batu yang berguna untuk Udang Sulawesi yang dia pake.

1. Batu Lava Rock
Batu ini bermanfaat untuk tempat tinggal bakteri karena ada banyak pori-pori. Batu ini juga tidak mempengaruhi tds dan ph. Kalau di toko ikan dekat kostan gw cuma 10 ribu 1 KG. Master Udang pakai batu ini untuk tanknya. Malah dibuat dasar juga. Semakin banyak batu ini semakin banyak bakteri pengurai amonia. Lumutnya nanti juga makin banyak kalau amonianya mencukupi dengan disinari terus.

2. Batu Galapagos
Gw cari-cari di tokped, bukalapak dan toko ikan hias deket kostan belum ada nih. Batu ini paling cepat menumbuhkan lumut. Master Udang tunjukin perbedaanya dimana dia pakai Lava Rock 6 bulan dan pakai Galapagos Rock 2 bulan. Hasilnya Galapagos 2 bulan lebih banyak lumutnya. Sory gw gk bisa kasih foto perbandingannya demi mejaga privasi Master Udang, berdasarkan pesan beliau yang tidak mau di ekspose.

3. Karang Jahe
Kalau lu ke pantai biasanya menemukan karang jahe ini, bentuknya putih karang mati. Fungsinya untuk menaikan PH. Nah, gw ada pengalaman menarik bagaimana mengaplikasikan karang ini. Karena PH gw rendah jadi gw alirin air terus langsung cemplung deh. Mati 1 ekor wkwkkw.

Jadi cara biar aman di dripping. Karang jahe taruh di wadah dulu, terus cek PHnya. Kalau sudah sampai PH yang sesuai, dripping ke aquarium yang ada udangnya. Ini gw langsung tanya ke salah satu anggota group udang. Dia sedang mau naikin PHnya. Tapi di cek lagi ya apakah TDSnya naik apa tidak.
Lava Rock

Thursday, May 17, 2018

Dari Master 2 : Parameter Danau Sulawesi dan Group

Gw share ilmu yang gw pelajari dari Master Udang. Siapa itu Master Udang, lu bisa baca di postingan gw sebelumnya.

Dalam memelihara Udang Sulawesi wajib tahu parameter air dari asal danaunya. Gw pelihara asal campur aja makanya banyak yang mati. Kenapa perlu tahu, karena kebanyakan udang ini dikirim langsung dari danau tersebut. Pasti banyak yang mati, Master Udang aja 30% mati dari setiap pembelian, apalagi gw yang asal pakai air PAM.

Berikut paramter setiap danaunya:
a. Danau Poso :
Temperatur 27.7 C/ 81.9 F; PH 8.1; GH 5; KH; 4; conductivity 109; O2 7.05 mg/l.

b. Danau Matano :
Temperatur 28.7 C/ 83.7 F; PH 8.5; GH 7; KH; 5; conductivity 175; O2 6.93 mg/l.

c. Danau Towuti :
Temperatur 29.2 C/ 84.6 F; PH 8.4; GH 6; KH; 4; conductivity 146; O2 7.15 mg/l.

Sungai yang ditemukan di Sulawesi untuk udang Mambo bee.
Temperatur 23.2 C/ 73.7 F; PH 8.3; GH 12; KH; 6; conductivity 289; O2 7.42 mg/l.


Kalau lu mau pelihara beberapa jenis dalam satu aquarium, lu harus tahu groupnya. Dimana group udang ini hidup bersama di satu danau. Jadi parameter lu sama semua untuk jenis udangnya.
Berikut groupnya:
a. red line blue dot, tigris, red line besar, yellow strip, pinokio.
b. yellow check, zebra orchid, pinokio, celebes beauty, red line blue dot.
c. yellow nose, red line batu, red orchid, pinokio, celebes beauty.

Berdasarkan pengalaman gw, jenis White Spot paling tahan di aquarium gw dengan air PAM. PH ngaco 7 dan tds 180. Tapi jangan coba-coba deh, sesuaiin aja sama parameter danaunya. Ingat, lu membeli udang sulawesi sebagai penyelamat udang ini atau sebagai pembunuh udang ini yang lama-lama bisa punah karena diambilin terus dari alam tapi gk dibudidayain. Juga hanya ada di sulawesi selatan ini udang. Bisa abis pastinya.

Wednesday, May 16, 2018

Dari Master : Persiapan Aquarium (include Lumut)

Sebelum beli Udang Sulawesi ada beberapa yang perlu dipersiapkan. Berikut ilmu yang gw dapat dari Master Udang lewat chatting Whatsapp. Akan ada beberapa tambahan dari gw. Jadi ilmu ini kaya puzzle, perbagian-bagian akhirnya gw dapat secara utuh gambarannya.

Ada 2 jenis persiapan menurut gw. Include Lumut atau Exclude Lumut. Persiapan ini gw buat untuk Include ya. Memang butuh persiapan yang panjang dan agak tricky tapi akan lebih enak untuk seterusnya.

1. Scape udang yang lu mau
Tambahan:
Bisa batu, pasir tapi jangan ada tumbuhan ya. Karena tumbuhan makan unsur hara, nanti jadi berebutan sama alga. Karena di tahap awal kita mau tumbuhin alga dulu untuk makanan udang.
Dalam scape ini perlu diperhatikan rumah buat bakteri. Semakin banyak rumah buat bakteri, semakin banyak bakteri yang berkembang. Bakteri ini bakteri pengurai dari amonia menjadi nitrat ya. Kenapa kok harus pakai rumah bakteri ? apa media rumahnya ?

Kenapanya:
Kalau lu lihat di postingan gw sebelumnya, bahwa bakteri nitrosococcus ini akan mengubah amonia dari feses ikan atau sisa-sisa makanan yang membusuk menjadi unsur hara, nah unsur hara inilah makanan bagi alga. Kalau tidak ada bakteri ini, amonia tersebut akan membunuh udangnya. Jadi adanya simbiosis mutualisme antara udang penghasil amonia => bakteri pengubah amonia menjadi unsur hara => alga pemakan unsur hara dan akan menjadi makanan utama si udang. Dari udang untuk udang gitu hehehe.

Apa medianya:
Media bakteri seperi yang lu tahu: canister, biobal, ring bakteri,sponge, dll. Nah, ada hal menarik yang diberikan Master Udang, yaitu pakai Lava Rock (Rock yooow). Lava Rock ini batu lava gitu hehhe jadi bisa lu jadiin aquascape dan bisa jadi rumah bakteri (2 keuntungan sekaligus). Juga lava rock tidak mempengaruhi PH dan TDS dan murah meriah, 1 kg cuma Rp 10.000 juga bisa buat Crystal Clear air. Nice Banget !!!!!!.

2. Isi air, kasih lampu
Tambahan:
Airnya gw saranin yang tdsnya rendah ya.  Seperti air RO, kangen water, dll. Kalau lu mau cek tds air isi ulang, coba aja cek. Tds untuk udang sulawesi 80-180. Dengan PH 8. Kalau gw beli pakai air Pristine. Baru beli 6 galon terus gw taruh di ember wkwkwk.

Lampu
Master Udang pakai Lampu 10 watt dengan kelvin 6.500. Gw cari tuh kenapa pakai 6500K, ternyata matahari pagi itu sekitar 3000K, untuk matahari siang 6500K. jadi 6500K seimbang dan terbaik buat tanaman. Kalau gw pakai yamano 3 watt dan 5 watt dengan 10.000K. Gw belum begitu dalam pelajari hal ini. Persepsi gw sekarang, kalau 6500K terbaik untuk tanaman walau banyak unsur yang tidak boleh di abaikan.
Ternyata lampu itu ada warna-warnanya. Jadi kalau lu liat warna putih dari lampu, itu bukan warna putih dari campuran warna-warna. Semakin kelvinya besar semakin putih warnanya, semakin sedikit semakin kuning. Oh ia, warna kuning dan hijau dipantulkan oleh tanaman ya. Jadi kalau mau jual tanaman, pakai aja yg warna hijau sama kuning aja, pasti bagus. Lampunya nyalain ya 24 jam.selama 2 Minggu agar alganya bisa fotosintesis.

 3. Ambil air dari sponge atau canister, perasan filterasi
Tambahan:
 Perasan filter ditaruh di aquarium baru. Saat tank sudah terisi air, kita perlu kasih bakteri. Nah, kalau lu ada aquarium yang udah lama berjalan, ambil aja sponge atau kapas penyaringnya. Terus lu peras ke aquarium baru. Bakteri difilter lama sudah matang dan hidup jadi semacam kaya bakteri starter gitu. Juga udah ada amonianya buat makanan bakteri. Simple kan ?  Setelah itu, baru deh air gula atau lumut starter.

4. Biarin dulu sampai air jernih
Tambahan:
Lama kelamaan air akan keruh. Tapi tidak apa-apa karena nanti akan bening. Ingat Lava Rock, bakterinya akan tinggal disitu dan berkembang biak. Bakterinya akan ubah amoniak menjadi unsur hara. Alganya dimana ? alganya udah ada di tank lu tapi gk keliatan aja pake mata.

5. Tunggu sampai alga keluar
Tambahan:
Nah, dengan komposisi cahaya, bakteri, amonia dan starter alga, tinggal tunggu prosesnya dalam 2 Minggu lumut akan bertumbuh di kaca dan batu. Harap bersabar ...... Harap bersabar......

6. Water change 50% sesuain tds
Tambahan:
Saat alga sudah banyak, water change. Ati-ati, alganya jangan sampe disedot hahahha.
Di tahap ini juga test tds dan phnya ya. Kalau phnya belum 8,3 - 8,5 naikin lagi pakai karang jahe. Diukur juga tdsnya naik apa gk. Kalau Master Udang pakai pasir laut. Tapi tdsnya naik turun, jadi perlu sering-sering Water Change (WC) dan cek selama sebulan.

7. Masukin prodobio
Tambahan:
Kalau tds dan PH sudah benar, masukin prodobio. Prodobio ini mengandung bakteri hidup. Nah,  karena tadi kita sudah ambil 50% airnya pasti bakterinya juga kesedot tuh. Perlu masukan prodobio juga agar banyak lagi bakterinya.

8. Diami 2 seminggu
Tambahan:
Bersabar ya, diemin aja 2 seminggu. Gk usah diliat-liatin nanti jadi lama hahhaha. Urusin tank yang lain aja.

9. Ready buat Udang Sulawesi.
10. Gampang toh, ngapain pusing-pusing

Berikut adalah chatting dari Master Udang dengan tambahan dari gw. Semoga berhasil. Sebenarnya itu gabung-gabungan dari percakapan gw, nanti kalau ada tambahan akan dibuat postingan baru ya agar tidak kepanjangan postnya.

Darurat Alga

Pukul 18.00 ditemukan 8 ekor mati lagi.
Berikut foto di tkp:

Dengan kejadian itu gw nyatakan darurat alga. Gw semakin gencar cari-cari info menumbuhkan alga di internet.
Dan gw dapet dari youtube Cara Makanan Alternatif.

Gw langsung persiapkan bahannya ke toko ikan, berikut peralatannya:
1. Bubuk spirulina : 20.000
2. Telor 1 butir : 2000
3. Sendok
4. Batu

Cara:
Ambil putih telur, campurkan putih telur dengan spirulina. Tempelkan ke batu dan tunggu sampai besok dengan simpan di tempat yang kering.

Berikut gambarnya :

Sebagai makanan malam hari ini bagi udang, gw beli moss yg sudah menempel di batu 2 buah. 1nya 10.000

Tidak lama kemudian, udang-udangnya keluar dari persembunyian. Mungkin karena mossnya atau mereka binatang malam (nocturnal). Mudah-mudahan bisa bertahan besok.

Besok paginya gw coba, ternyata endapannya pada nyebar di air. Langsung gw angkat, gk pake lama. Gw sedot lagi airnya sedikit untuk ambil endapannya. Takutnya amonia naik. Wah, jadi percobaan ini gagal. Mungkin ketebelan gw lapisinya. Harusnya tipis aja agar bisa nembel pada batu dan gk ada endapan yang tebal.

Dikunjungi Master Sule

Busur panah harus ditarik jauh ke belakang agar dapat melesat jauh ke depan. Itulah gambaran yang sedang gw alami hari kemarin. Satu hari gk buat blog karena sedang dapat nasihat dan belajar lewat chatting. Gw akan memberikan ilmu-ilmu yang sudah beliau share di posting terpisah, postingan ini hanya sharing kronologi dan nilai yang gw pelajari dari beliau, tapi master ini tidak mau dipublikasikan namanya dan identitasnya. Itu pesan dari beliau, jadi gw hanya akan membagikan ilmunya saja ya, untuk siapa orangnya mohon untuk jangan kepo.

DIMANA
Gw belajar via WhatsApp aja dengan chattingan. Master ini dari Malaysia loh.

BAGAIMANA
Bagaimana gw bisa ketemu dengan beliau ini ?
Dari upload WA status foto aquarium gw, beliau chat gw duluan untuk tanya-tanya mengenai udang Sulawesi dan berlanjut dia mulai tunjukin aquariumnya yang penuh dengan udang-udang Sulawesi. Dia sudah berhasil breeding udang ini.

Kita juga sharing kenapa bisa cinta dengan udang Sulawesi. Kita mempunyai kesamaan alasan kenapa bias cinta dengan udang ini. Karena warna, bentuk tubuh, dan sifatnya, juga udang ini hanya ada di Sulawesi Selatan.

KENAPA
Master udang ini tergabung dengan group udang Sulawesi di WA juga dengan gw, tetapi dia pasif karena group WA punya Indonesia sedangkan beliau berasal dari Malaysia. Dia mau bantu gw karena gw tanya-tanya terus di group itu tetapi tidak ada yang bantu. Malah disuruh beli starter dengan harga Rp 220.000. Mahal banget dan gw udah mau beli tapi barangnya kosong terus. Gw juga posting-posting setiap percobaan gw dalam menciptakan lumut. Mungkin karena keteguhan gw tanya-tanya terus dan sering update mengenaik progres yang gw lakuin, Master ini mau bantu.

SIAPA
Beliau adalah peternak dan penjual udang Sulawesi di Malaysia. Sekali order udang Sulawesi dari Indonesia bias 1.300 - 1.800 ekor. Satu udang Celebes di Malaysia dijual Rp 320.000 bila di rupiahkan. Mantap bener penghasilannya.

Gw merasa beruntung karena dia jarang share ilmunya ke group di Indonesia bahkan di forum Malaysia juga. Kenapa, karena udang Sulawesi ini susah dipelihara dan ada beberapa peternak yang meremehkan bisnis udang ini.

Sampai hari inipun gw masih tanya-tanya. Kalau gw gk tanya malah nanti dipancing-pancing buat nanya. Hahhaha bail banget memang dia.

Yang gw pelajari adalah, pengalaman yang pahit kalau kita tidak pernah menyerah pasti akan datang pertolongan.

Banyakin Biofilm Pakai Kayu Manis